Adanya teknologi galium nitrida sendiri telah dikembangkan untuk berbagai keperluan elektronika. Di mana salah satunya ialah pemanfaatan untuk mengisi daya perangkat.
Selain di charge secara langsung, orang juga kerap melakukan pengisian dengan memakai power bank. Namun cara ini masih memiliki banyak sekali kelemahan-kelemahan yang harus diperbaiki.
Salah satu keluhan yang kerap ditemui ialah waktu pengisian daya cenderung begitu lama sampai-sampai membuat perangkat panas.
Hal inilah yang kemudian menginspirasi ilmuwan untuk semakin menyempurnakan metode-metode pengisian daya perangkat. galium nitrida kemudian digunakan dalam proses tersebut yang ternyata menghasilkan teknologi unggulan.
Senyawa ini digunakan untuk menggantikan silikon berukuran besar pada charger. Dengan begitu charger kini bisa dibuat lebih kecil dan simpel.
Melalui ukuran mini inilah penggunaan energi menjadi jauh efisien sehingga mampu mengisi daya dengan lebih cepat.
Hasil akhirnya ialah perangkat tidak cepat panas karena terlalu lama tercolok ke daya listrik.
Kenalan Lebih Jauh Dengan Teknologi Galium Nitrida

Sebagai awam, tidak banyak yang paham mengenai teknologi galium nitrida yang kerap juga disebut GaN.
Namun rupanya, senyawa satu ini telah lama dipakai dalam industri elektro misalnya sebagai bahan pembuatan lampu LED. Inilah karakteristik lainnya.
Terdiri dari dua unsur
Penggunaan teknologi galium nitrid sendiri tidak lepas dari pelibatan dua unsur yang bereaksi. Hubungan ini timbul antara unsur galium (Ga) dan Nitrogen (N).
Namun nitrogen pada galium nitrida telah berubah menjadi nitrida melalui proses oksidasi sehingga atom kehilangan -3 elektron.
Bentuk ion N3- ini jarang ditemukan secara bebas dikarenakan sifatnya yang sangat basa. Sehingga untuk mencapai kestabilan harus bereaksi dengan unsur lain salah satunya galium.
Sedangkan galium merupakan benda padat yang sifatnya mudah melebur. Ia akan mencair dengan sangat lambat pada suhu kamar.
Unsur galium di alam kerap ditemukan bercampur dengan sedikit bijih seng serta aluminium. Dari penggabungan Ga dan N inilah maka terbentuk galium nitrida yang stabil.
Teknologi galium nitrida termasuk logam
Sebuah teknologi galium nitrida termasuk ke dalam senyawa logam. Di mana galium sendiri membawa sifat-sifat dasarnya sebagai golongan mineral IIIA pada tabel periodik.
Oleh sebab itu senyawa ini memiliki sifat semikonduktor yang cukup baik menghantarkan daya. Sebagai sebuah logam, maka galium nitrida pun mampu memancarkan cahaya dengan baik.
Dengan titik lebur hingga 29.2C, senyawa ini akan langsung lumer ketika dipegang dengan tangan. Karakteristik seperti inilah yang menjadikannya digunakan sebagai bahan baku pembuatan lampu.
Berasal dari bahasa Prancis
Galia yang merupakan salah satu unsur dalam teknologi galium nitrida rupanya berasal dari bahasa Prancis.
Kosa kata “galia” sendiri bermakna terang benderang ataupun kebahagiaan. Cukup cocok untuk unsur yang senantiasa bersinar ini.
Kelebihan Teknologi Galium Nitrida Dibanding Silikon Untuk Charger

Tentunya setelah dikembangkan sedemikian rupa, teknologi galium nitrida pun menjadi semakin sempurna. Hal ini membuat menjadi pilihan favorit sebagai pengisi daya berbagai jenis perangkat.
Lebih menghemat waktu
Celah pita pada charger teknologi galium nitrida memungkinkan dibuat dalam bentuk lebih lebar ketimbang silikon. Dengan begitu bisa semakin cepat menghantarkan daya.
Hal tersebut lantaran peta yang lebih lebar akan dapat menghantarkan elektron dengan lebih banyak juga. Sehingga arus menjadi kuat.
Bahkan menurut hasil penelitian, kemampuan GaN dalam mentransfer elektron bisa 1.000 kali lebih cepat ketimbang silikon.
Elektron bisa dianalogikan sebagai mobil di sebuah jalan tol. Jika jalannya lebar dan besar akan lebih memudahkan dilewati oleh banyak kendaraan secara lancar.
Namun, jika jalannya kecil sempit, maka tidak banyak kendaraan yang bisa lewat dalam waktu bersamaan.
Perangkat tetap dingin
Penggunaan teknologi galium nitrida memungkinkan pelepasan panas yang minim. Jadi baik perangkat ataupun chargernya tidak akan menjadi cepat panas.
Seperti diketahui bahwa perangkat baik smartphone, PC, atau tablet haruslah selalu dalam kondisi suhu normal. Jika sangat panas maka lama kelamaan akan merusak komponen internalnya.
Selain itu pengguna tentu menjadi tidak nyaman, karena hal ini memicu penghentian secara paksa berbagai aplikasi yang tengah berjalan.
Suhu tinggi ini pun bisa berpengaruh buruk pada kondisi baterai. Membuatnya menjadi cepat habis karena bagian-bagian di dalamnya tidak berfungsi optimal.
Ukuran kecil
Melalui penggunaan teknologi galium nitrida ini, charger yang diproduksi bisa dibuat lebih kecil ketimbang bahan silikon.
Dengan begitu charger pun bisa mudah dibawa-bawa ke mana pun pemilik pergi. Tentunya di era modern seperti sekarang, kepraktisan menjadi kebutuhan setiap orang.
Jadi pemilik tidak perlu repot memenuhi tasnya dengan pengisi daya berukuran besar yang berat. Penggunaan galium nitrida memang sangat-sangat membantu kehidupan dunia elektornik masa kini.
Bijak Menggunakan Perangkat Teknologi Galium Nitrida

Meskipun teknologi galium nitrida mampu mengisi daya dengan cepat, bukan berarti kita bisa lupa waktu bermain gadget. Maka inilah kiat bijak yang bisa dilakukan pengguna.
Batasi waktu
Buat batasan waktu dalam mengakses gadget sesuai kebutuhan per harinya. Dengan begitu kita tidak akan ketergantungan dan masih punya kegiatan lain untuk dilakukan.
Lakukan charging secara optimal
Meskipun teknologi galium nitrida memungkinkan charging dalam kondisi dingin, upayakan tidak melakukannya sambil menggunakan perangkat. Biarkan mereka beristirahat sejenak sembari kita melakukan aktivitas lainnya.
Upaya ini dilakukan untuk memberikan waktu gadget mengisi daya. Di samping itu hal ini juga menghindari ketergantungan penggunaan perangkat yang memang membuat candu.
Anda bisa melakukan beragam kegiatan yang lebih bermanfaat. Berolahraga, memasak, atau melakukan quality time bersama keluarga adalah pilihan menarik.
Sesuaikan pencahayaan layar
Jangan malas untuk mengubah-ubah pencahayaan pada screen. Untuk kondisi luar ruangan, tentunya diperlukan cahaya layar lebih intens.
Sedangkan jika pengguna tengah berada di area indoor, redupkan tampilan screen. Hal ini untuk mencegah mata agar tidak mudah lelah.
Hindari posisi tiduran
Banyak pengguna gadget yang memilih posisi rebahan di atas kasur atau sofa. Padahal jelas hal tersebut tidaklah bagi kesehatan.
Selain punggung sakit karena tiduran dalam waktu lama, mata pun akan lebih mudah lelah sehingga bermasalah dikemudian hari. Jadi posisi terbaik ialah duduk dengan nyaman.
Hindari ruangan gelap
Adanya teknologi galium nitrida tentunya akan sangat memanjakan pengguna karena perangkat tetap dingin selama daya diisi.
Namun bukan berarti kita bisa tetap memakai gadget sembari di-charge, apalagi jika sudah malam dan ruangan gelap.
Ruangan dengan pencahayaan minim akan merusak mata apabila tetap dipaksakan melihat layar gadget. Maka penting sekali memastikan kecerahan kamar senantiasa diperhatikan.
Jauhkan perangkat dari tempat tidur
Banyak kebiasaan masyarakat yang melakukan charging di dekat plangkan dan membiarkannya semalaman.
Padahal meski teknologi galium nitrida aman, jelas tidak dianjurkan karena beresiko. Beberapa kejadian seperti konsleting sehingga menimbulkan percikan dan kebakaran bisa saja terjadi.
Selain itu meletakan perangkat di dekat plangkan juga dapat mengurangi kualitas tidur. Gelombang elektromagnetik gadget membuat tidur jadi tidak terlalu lelap.
Itulah tadi selayang pandang mengenai teknologi galium nitrida yang diterapkan pada charger. Tentunya hal ini akan terus disempurnakan melalui pengembangan-pengembangan secara berkesinambungan.