DAUN KELOR JADI KOMODITAS PENGOLAHAN MAKANAN DAN PERTANIAN BARU

Daun Kelor pasti sudah tidak asing dengan namanya. Daun ini sering dikaitkan dengan hal magis oleh masyarakat umum. Daun kecil berjajar ini memiliki seribu manfaat.

DAUN KELOR JADI KOMODITAS PENGOLAHAN MAKANAN DAN PERTANIAN BARU

Apabila Anda mendengar nama daun kelor, apa yang pertamakali terlintas dalam pikiran Anda? Bentuk daun kecil berjajar, pohon dengan batang memanjang, hingga tanaman yang disebut seribu manfaat.

Daun ini selalu dikaitkan dengan hal-hal mistis, yang dianggap merusak dan menganggu suatu daerah.

Sebagian masyarakat bahkan meyakini dengan menggosokkan daun ini, dapat melunturkan semua jenis ilmu sihir, seperti susuk, pellet, hingga ilmu kesaktian peramal.

Daun dengan nama asli moriga oleifera ini ternyata menjadi tanaman seribu guna dan kerap dijuluki the golden tree.

Ribuan manfaat telah ditemukan dalam setiap bagian dari tanaman yang tumbuh meninggi ini.

Tanaman Asli India

Kelor sejatinya adalah tanaman asli India, yang kemudian mampu tumbuh dan menyebar di tanah Indonesia.

Dengan karakteristik daun hijau kecil memanjang, batang lurus kecil memanjang, dan dahan ramping ini, nyatanya menyimpan ribuan kegunaan untuk manusia.

Daun kecil berwarna hijau ini, mengandung protein, vitamin, mineral, yang juga berguna dalam melawan kekurangan gizi.

Daun ini juga diyakini dapat meningkatkan metabolism tubuh manusia dengan senyawa yang terkandung untuk melawan tubuh.

WHO selaku Organisasi Kesehatan Dunia ikut mendukung kebenaran dari kandungan-kandungan menguntungkan dari daun kelor ini.

Kandungan Daun Kelor

WHO menyebutkan, mengonsumsi daun ini dapat membantu perkembangan tubuh bagi anak-anak dan remaja, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat penjakit pada orang dewasa.

WHO menambahkan, manfaat-manfaat ini diperoleh dari kandungan-kandungan kompleks yang dimiliki setiap helai daun ini.

Diantaranya adalah Vitamin A, Bitamin B (tiamin), Vitamin B2 (riboflavin), Vitamin B3 (niacin), Vitamin B6 , vitamin C, mineral, dan senyawa lainnya.

Kandungan optimal dari daun ini membuatnya sering menjadi alternative utama dalam pembuatan beberapa jenis pengobatan tradisional atau alternatif.

Kandungan –  kandungan ini dinilai memunculan polifenol yang akan berguna dalam mengurangi dan melawan tumbuhnya sel kanker, penyakit jantung, hingga diabetes.

Pernyataan ini menunjang dari keunggulan yang telah disampai Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Manfaat lain yang juga tidak kalah penting dari tanaman kelor ini adalah kemudahan dari penyajian makanan dan memperlezat makanan.

Berbagai pengolahan makanan sehat mulai melirik daun kelor dalam penambahan cita rasanya.

Pengolahan makanan yang mudah membuat tanaman kelor dilirik pengamat kuliner Indonesia.

Dilansir dari Webmd, kelor telah menjadi sumber makanan terpenting di beberapa Negara di dunia.

Tanaman yang mudah ditanam dan selalu memekarkan daunnya ini menjadi primadona penduduk di Negara-negara Eropa dan Asia.

Kemudahan penanaman, banyaknya, gizi, dan kemudahan pengolahan makanan membuat tenaman ini laku keras dalam ekspor daun kelor.

Kelor belakangan menjadi pembicaraan atas tingginya angka dalam menunjang ekspor kelor.

Dengan berbentuk serbuk atau kering daun- daun ini kemudian dikemas dalam wadah jar atau toples.

Peneliti menyebutkan, dengan mengonsumsi daun kelor sebesar Tiga Gram daun kelor dalam dua kali seminggu, yang dilakukan rutin selama 3 minggu, akan mengurangi keparahan gejala asma sekaligus meningkatkan kinerja paru-paru.

Hal ini perlu diperhatikan untuk penyakit Asma yang menjadi 5 penyakit paling banyak di dunia.

Permulaan Ekspor Daun Kelor

Di Indonesia sendiri, dalam tahun ini mulai melirik daun asli India kedalam industry dan pengolahan makanan makanannya.

Selama dan pasca pandemi, pengolahan bahan makanan sehat dan bergizi tengah digelorakan masyarakat Indonesia.

Dan daun kelor menjadi satu daru banyaknya bahan makanan yang kemudian dilirik untuk pengolahan.

Pengolahan makanan dari daun asli india ini sebagai sumber pangan bergizi di Indonesia pada periode pandemic dan pasca pandemic ini hanya berkisar pada pengolahan ringan.

Dengan mengolah dalam berbagai sayuran hangat berbumbu tajam, seperti sayur lodeh, sayur bayam, dan beberapa makanan kuah lainnya.

Tidak hanya pada proses pengolahan makanan, nyatanya pelirikan masyarakat Indonesia pada daun kelor juga muncul dalam bidang pertanian.

Salah satunya pada masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura yang mulai menjajakan daun kelor sebagai salah satu hasil pertanian unggulan mereka.

Untuk pertamakalinya pada awal Juni 2022, Kabupaten Sumenep melancarkan sistem produksi baru dengan menggunakan daun ini sebagai salah satu unggulannya.

Ahmad Fauzi, bupate Sumenep kala itu, bahkan ikut melepas ekspor daun kelor perdana daun kelor hasil pertanian kabupaten ini ke China.

Bupati Sumenep bersama-sama dengan petani ini berhasil meyakinkan adanya produksi optimal dari daun kelor.

Pada ekspor daun ini, bahkan petani Sumenep berhasil mendapatkan lebih dari 200 juta dalam ekspor daun kelor ke China.

Jumlah ini dapat dinilai cukup bagus, mengingat terjadi pada awal atau perdana pelepasan daun ini sebagai komoditas pertanian ekspor daun kelor di Indonesia.

Leave a Comment