Fakta mengenai Inhalasi Hidrogen yang viral digunakan oleh Kalangan Ibu-Ibu di Media Sosial

Terapi Inhalasi Hidrogen memang belum terbukti secara Ilmiah dalam menyembuhkan penyakit serta belum terbukti dalam menjaga kesehatan Manusia.

Fakta mengenai Inhalasi Hidrogen yang viral digunakan oleh Kalangan Ibu-Ibu di Media Sosial

Saat ini muncul sebuah video viral yang mencuri perhatian netizen saat ini, yaitu video titktok yang diunggah di akun @rickytanxxx yang berisi kalangan Ibu-ibu yang sedang menghirup gas hidrogen dari portable yang bukan sejenis alat medis atau biasa disebut dengan inhalasi hidrogen,

serta di dalam video tersebut, kelompok ibu-ibu tersebut tidak sedang sakit. Dari kejadian viral tersebut, apakah fakta sebenarnya dari proses inhalasi hidrogen tersebut,

apakah terbukti untuk kesehatan kita? Mari kita simak ulasan nya

Proses Terapi Inhalasi Hidrogen belum terbukti sebagai metode untuk kesehatan pada manusia

Proses Terapi yang menggunakan Inhalasi Hidrogen yang dilakukan oleh kalangan ibu-ibu yang kini viral tersebut,

faktanya belum terbukti secara ilmiah dalam menyembuhkan berbagai penyakit serta belum terbukti dalam menjaga kesehatan manusia.

Dokter Spesialis Paru Erlang Samoedro mengatakan bahwa proses terapi inhalasi dengan menggunakan hidrogen ini hanya sebagai terapi tambahan,

bukan untuk terapi utama dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit pada manusia serta juga belum dapat dipastikan dapat menyembuhkan penyakit.

Dokter Spesialis Paru lainnya Erlina Burhan mengatakan bahwa isu dari terapi ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit adalah hal yang berlebihan.

Selain itu juga muncul berbagai alat inhalasi yang menggunakan hidrogen telah dijual di marketplace online dengan harga antara 1,1 juta rupiah hingga 6,7 juta rupiah.

Hal ini juga membuat masyarakat indonesia termasuk kelompok ibu-ibu yang ramai membeli alat terapi tersebut.

Proses Terapi Inhalasi Hidrogen yang dilakukan kalangan ibu-ibu di video tersebut dapat melukai paru-paru

Dokter Spesialis Paru dari RSUP Persahabatan Budho Antariksa mengatakan bahwa Proses Inhalasi Hidrogen sebenarnya adalah jenis terapi medis dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan atau tidak sesuai dengan aturannya.

Hal ini dapat mengakibatkan efek samping yang cukup berbahaya salah satunya paru-paru menjadi terluka.

Dokter Erlang Samoedro juga mengatakan bahwa hingga saat belum bisa dipastikan manfaatnya bagi manusia mengenai proses inhalasi menggunakan hidrogen tersebut.

Kemudian tidak ada anjuran medis apapun agar proses inhalasi hidrogen dapat menyembuhkan penyakit tertentu.

Selain itu akibat dari menghirup hidrogen secara berlebihan dan tanpa anjuran yang benar dapat membuat paru-paru menjadi terluka,

dan hal ini merupakan resiko berbahaya yang menyerang sistem pernafasan manusia.

Ketika paru-paru dalam keadaan terluka, maka dapat timbul gangguan penyakit lainnya seperri pneumonoa, hemothorax, pneumothorax, efusi pleura dan masalah paru-paru lainnya.

Dalam penelitian yang diterbitkan oleh NCBI yang berjudul Recent Progress Towad Hydrogen m : Potential of Molecular Application” menyebutkan bahwa gas hidrogen kemungkinan cocok untuk melawan stres oksidatif akut.

Stres oksidatif adalah salah satu faktor utama pemicu munculnya penyakit kronis. Dokter Erlang juga menegaskan tidak ada penemuan ilmiah yang menyatakan hal ini dapat menyembuhkan.

Jika ingin mencoba nya, diharapkan agar tidak menggunakannnya secara berlebihan, yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan.

Berbagai Dokter Spesialis Paru-paru ingatkan resiko yang ditimbulkan ketika menggunakan Inhalasi Hidrogen secara berlebihan

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dokter Agus Dwi Susanto mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak langsung mengikuti proses inhalasi hidrogen.

Data-data penelitian dari publikasi jurnal internasional yaitu mengenai proses inhalasi tersebut sebagian masih pada proses uji pada hewan percobaan dengan hasil yang menunjukkan memiliki manfaat cukup baik seperti antioksidan,

anti inflamasi, anti-apoptosis serta memberikan efek perlindungan pada paru hewan percobaan tersebut.

Dokter Agus juga menegaskan bahwa terkait proses ini membutuhkan hasil riset pendukung untuk merekomendasikan proses inhalasi ini sebagai terapi pengobatan alat pencegahan, dan bukan untuk menyembuhkan.

Dokter Agus juga berpesan kepada masyarakat indonesia untuk tidak mengikuti tindakan dari kalangan ibu-ibu di dalam video tiktok yang viral tersebut, karena semua ini perlu dibuktikan secara jelas.

Ahli farmasi dari Universitas Gadjah Mada Orof. Dr. Zullies Ikawati menjelaskan bahwa senyawa hidrogen saat ini telah banyak digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yaitu sebagai anti inflamasi dan anti apoptosiis, dan dapat merangsang metabolime energi.

Selain itu Hidrogen berbeda dari obat karena sebagai untuk pengujian klinis terhadap berbagai macam penyakit.

Oleh karena itu Hidrogen ini bekerja tidak spesifik dalam pengaturan fungsi tubuh.

Dalam hal ini semoga masyarakat Indonesia dalam mengenal alat inhalasi yang menggunakan hidrogen serta lebih berhati-hati dalam menerima informasi mengenai masalah kesehatan.

Leave a Comment