Melihat bayi tertawa ketika Anda mengayunkan atau mengguncangnya memang menjadi hal yang menggemaskan. Namun, ada bahaya mengintainya, seperti shaken baby syndrom.
Shaken baby syndrom terjadi karena pengasuhan anak yang keliru. Selain itu, beberapa penyebabnya dilakukan orang tua tanpa disadarinya.
Syndrom ini kembali dibicarakan setelah salah satu artis menuai komentar negatif dari netizen karena membawa bayinya naik speedboat.
Sebab, guncangan yang terjadi akan berbahaya untuk bayi apalagi yang belum genap dua tahun.
Ketahui lebih banyak efek ketika mengguncang bayi terlalu keras serta perawatan apa saja yang perlu dilakukan pada penjelasan berikut ini.
Apa Itu Shaken Baby Syndrom?

Shaken baby syndrome adalah trauma kepala bayi karena mendapat guncangan terlalu keras. Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia, bentuk kekerasan ini berdampak buruk untuk perkembangan bayi.
Sekitar 95 persen guncangan keras pada bayi akan mengalami cedera otak. Selain itu, guncangan akan menyebabkan kerusakan otak, pendarahan retina, gangguan saraf hingga kematian.
Sebagian kasus sindrom bayi terguncang terjadi saat masa perkembangan bayi di bawah 2 tahun.
Gejala sindrom bayi terguncang
Berikut ini beberapa tanda gejala sindrom bayi terguncang, antara lain:
- Bayi lebih rewel dari biasanya
- Sulit untuk tetap terjaga
- Bayi mengalami masalah pernapasan.
- Susah makan.
- Kulit terlihat kebiruan.
- Menjadi kaku bahkan sampai sulit bergerak.
- Tidak sadarkan diri atau berubahnya tingkat kesadaran.
- Pupil melebar, namun tidak merespon cahaya.
- Muntah.
- Kejang.
- Terjadi perubahan postur tubuh, misalnya kepala jari tertekuk ke belakang dan punggung melengkung.
- Akibat dari shaken baby syndrome selanjutnya adalah koma bahkan gagal jantung.
Pada kasus yang ringan, bahaya shaken baby syndrom mungkin anak masih terlihat normal setelah diguncang.
Namun, kondisi tersebut lama-kelamaan akan merubah kondisi kesehatan serta perilakunya. Ada kemungkinan orang tua tak menyadari gejala atau cedera fisik dari sindrom bayi terguncang.
Cedera fisik yang mungkin akan muncul, antara lain:
- Pendarahan yang terjadi pada otak dan mata.
- Kerusakan sumsum tulang belakang.
- Patah tulang rusuk dan kaki.
Perlu diketahui bahwa tanda-tanda sindrom bayi terguncang biasanya muncul setelah guncangan. Puncaknya, anak akan mengalami masalah kesehatan dalam waktu 4 hingga 6 jam setelah guncangan.
Penyebab sindrom bayi terguncang
Gerakan apapun yang mengguncang bayi terlalu keras bisa mengakibatkan sindrom bayi terguncang. Bayi memiliki otot leher yang masih lemah sehingga sulit untuk menopang kepalanya sendiri.
Oleh karena itu, jika Anda menggendong dan mengayunkan dengan cukup keras akan mengakibatkan otak bergerak maju dan mundur.
Dalam kondisi tidak sengaja shaken baby syndrom biasanya terjadi saat orang tua atau pengasuh mengajak bayi bermain.
Orang tua biasanya mengguncang, mengayun, bahkan melemparkannya ke udara. Meskipun bayi akan tertawa senang, namun hal ini bisa berbahaya untuk otaknya.
Kondisi tersebut juga bisa muncul pada saat orang tua atau pengasuh merasa frustasi karena bayi rewel dan tidak berhenti menangis.
Orang tua yang secara tidak sadar mengguncang bayi agar diam yang justru terkadang bisa memicu si kecil semakin menangis.
Cara Mendeteksi Shaken Baby Syndrom

Orang tua yang mendapati tanda-tanda sindrom bayi terguncang sebaiknya membawa buah hati ke rumah sakit terdekat.
Bayi yang dibawa ke rumah sakit yang mengalami kesehatan akibat shaken baby syndrom biasanya terdeteksi dengan beberapa gejala, seperti:
- Pendarahan retina.
- Terjadi perdarahan cedera kepala tertutup (subdural, epidural, subarachnoid, dan subgaleal).
- Gegar otak.
- Pembengkakan jaringan lunak yang akan mengindikasi terjadinya patah tulang pada tengkorak atau tulang lainnya.
- Cedera pada perut.
- Cedera yang terjadi pada dada.
- Tekanan darah rendah yang tidak normal.
- Ubun-ubun menjadi tegang.
Mengingat akibatnya yang fatal, para orang tua disarankan berhati-hati selama mengasuh pada buah hati.
Diagnosis dan Pencegahan Sindrom Bayi Terguncang
Sindrom bayi terguncang bisa karena tidak disengaja maupun adanya tindak kekerasan pada anak. Guncangan yang sebentar pun bisa mengakibatkan komplikasi, seperti kerusakan otak hingga kematian.
Saat bayi masih bisa diselamatkan dari shaken baby syndrom. Ia tetap membutuhkan perawatan medis karena ada risiko kesehatan yang akan dihadapi seperti:
- Terjadinya kebutaan mata sebagian maupun total.
- Mengalami perkembangan yang terlambat.
- Terjadi gangguan perilaku
- Mengalami kesulitan untuk belajar
- Cacat intelektual.
- Munculnya gangguan kejang
- Cerebral palsy
Diagnosis yang dilakukan
Dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan dengan mulai bertanya mengenai riwayat kesehatan bayi dan melakukan serangkaian tes, seperti:
- Rontgen dilakukan untuk melihat berbagai macam patah tulang yang terjadi disengaja maupun tidak.
- Pemeriksaan selanjutnya yaitu tes mata untuk melihat apakah ada pendarahan dan cedera pada mata.
- Dokter juga akan merekomendasikan melakukan MRI, sehingga bisa melihat secara detail bagian otak apakah ada memar, pendarahan atau penurunan oksigen.
- Diagnosis shaken baby syndrom selanjutnya yaitu CT Scan untuk mendeteksi apakah ada cedera pada area otak dan perut.
Perawatan
Setelah melakukan diagnosis pada penderita sindrom bayi terguncang, maka dokter akan melakukan perawatan dan pengobatan darurat.
Misalnya, bayi mendapatkan bantuan pernapasan sekaligus tindakan operasi untuk pendarahan otak. Jika bayi terselamatkan, maka membutuhkan perawatan jangka panjang karena mengalami trauma kepala parah.
Beberapa perawatan yang membutuhkan dukungan terapis, antara lain:
- Pengobatan rehabilitasi.
- Terapi wicara dan bahasa.
- Terapi fisik.
- Terapi okupasi.
Pencegahan yang bisa dilakukan
Orang tua sebaiknya mengikuti kelas pendidikan untuk memahami bahaya shaken baby syndrom. Terlebih lagi guncangan yang tidak disengaja juga bisa mempengaruhi kesehatan si kecil.
Orang tua atau pengasuh yang masih merasa kesal atau stres karena bayi menangis, cobalah lakukan beberapa hal berikut ini:
- Pastikan kembali yang membuat bayi menangis.
- Berikan mainan atau lagi tertentu untuk menenangkan bayi.
- Letakkan bayi untuk membuatnya lebih tenang.
- Mintalah bantuan keluarga untuk membantu menenangkan bayi dengan cara yang lembut.
- Hindari mengayun atau melempar bayi terlalu kuat.
- Ingatkan diri dan pasangan bahwa memukul, melempar atau mengguncang bayi dilarang dilakukan.
- Jika anak tidak berhenti menangis dalam waktu lama pertimbangan untuk membawanya ke dokter karena kemungkinan adanya gangguan kesehatan.
- Ketika memutuskan menitipkan anak pada pengasuh selalu cari informasi sebanyak-banyaknya dan ragam jejak pengasuh atau tempat penitipan anak.
Apakah Menidurkan Bayi di Ayunan Berbahaya?

Terkait dengan shaken baby syndrom, apakah menidurkan bayi di ayunan terbilang aman atau tidak? Sebab, terkadang bayi tidak mau tidur digendong dan lebih suka diayun.
Dikutip dari keterangan dokter Aisyah Nur Ramadhani sebenarnya tidak ada salahnya menidurkan bayi dengan cara mengayun.
Asalkan orang tua tidak terlalu kencang saat mengayun bayinya. Anda juga bisa menggunakan ayunan khusus bayi yang tidak banyak hentakan pada kepala.
Ketika bayi rutin diayun menjelang tidur, maka mengalami isyarat sehingga selanjutnya lebih mudah tertidur ketika diayun.
Hal yang patut diwaspadai dari mengayun adalah ketika tercipta hentakan yang keras dan tiba-tiba. Hal tersebut akan mempengaruhi kepala bayi.
Kondisi yang patut diwaspadai biasa terjadi saat ingin bermain dengan bayi, misalnya dengan mengguncang bayi atau melemparkan bayi ke udara.
Aktivitas tersebut sangat berbahaya karena memicu shaken baby syndrom dan berpengaruh buruk untuk bayi. Sehingga, orang tua harus tetap berhati-hati dalam mengawasi anak.