Pelatih Juventus Massimiliano Allegri tengah dalam sorotan usai membawa timnya dalam posisi terpuruk di semua kompetisi.
Di Serie A, Juventus saat ini bercokol di papan tengah dengan menempati posisi ke-8 klasemen.
Bianconeri tertinggal dari sejumlah klub yang selama sembilan musim ke belakang selalu di bawah Juventus.
Sebut saja AC Milan, Inter Milan, Napoli, bahkan Udinese.
Di Liga Italia, Juventus baru mampu menang tiga kali dengan dua kali kalah, serta empat kali imbang.
Di Liga Champions nasib anak asuh Allegri itu bahkan lebih memprihatinkan.
Tergabung dengan PSG, Benfica, dan Maccabi Haifa, Juventus yang digadang-gadang bakal lolos ke babak 16 bersama PSG nyatanya berada di peringkat ke-3.
Si Nyonya Tua hanya mampu menang sekali dengan 4 kali kalah, termasuk dari Maccabi Haifa.
Rekor tersebut menjadi rekor terburuk Juventus di fase grup Liga Champions selama 10 tahun terakhir.
Pelatih Juventus saat ini, Massimiliano Allegri dituntut mundur oleh Juventini, sebutan bagi supporter Juventus.
Lantas siapakah Allegri? Manajer Juventus yang menuai hasil minor di awal musim ini?
Simak artikel ini hingga selesai.
Karir Massimiliano Allegri Sebagai Pemain Profesional

Massimiliano Allegri merupakan sosok pelatih kawakan dengan sederet prestasi bersama klub besar Italia dan Juventus.
Pelatih Juventus itu lahir di Italia pada 11 Agustus 1967 dengan mengawali karir sebagai pesepakbola professional.
Klub pertama yang ia bela adalah Livorno pada musim 1985-1986 dan kemudian dipinjamkan ke AC Pisa sebelum kembali ke Livorno.
Setelah itu, Allegri membela sejumlah klub level bawah seperti Cagliari, Perugia, Padova, dan Pescara.
Satu-satunya klub besar yang pernah diperkuat pelatih Juventus musim ini tersebut adalah Napoli di musim 1997-1998.
Usai membela Aglianese di Serie C, Allegri memutuskan pensiun sebagai pesepakbola pada Juli 2003 setelah tak bermain semusim.
Itu tadi karir juru taktik Juventus Massimiliano Allegri sebagai pemain profesional.
Karir Kepelatihan Massimiliano Allegri

Meski pernah menangani AC Milan dan Juventus serta menjadi incaran klub besar seperti Real Madrid, nyatanya pelatih berusia 55 tahun itu mengawali dari klub kecil.
Allegri mengawali profesi pelatih dengan menangani klub Serie C Aglianese di tahun 2003.
Performanya bersama Aglianese membuat Allegri direkrut oleh SPAL sebelum selanjutnya ke Grosseto.
Nama pelatih Juventus saat ini tersebut mulai menjadi sorotan saat melatih klub Serie-B, Sassuolo.
Meski tidak membawa klub berjuluk Nerroverdi itu ke Serie A, taktik Allegri dinilai mampu menampilkan permainan kolektif.
Allegri pun menjajal Serie A saat ditunjuk untuk menangani Cagliari di musim 2008-2009.
Di Cagliari, pria yang pernah diminati Arsenal itu hanya bertahan dua musim.
Namun pencapaian Allegri di Cagliari bisa dibilang memuaskan dengan membuat klub dengan pemain seadanya bertarung di papan tengah.
Keliahaian Allegri dalam meracik taktik membuat AC Milan tertarik untuk merekrutnya menggantikan juru taktik asal Brazil, Leonardo.
Bersama AC Milan, Allegri mempersembahkan gelar scudetto pada musim 2011-2012.
Namun kebersamaan pelatih Juventus sekarang itu tak bertahan lama dan ia dipecat di tahun 2014.
Setelah itu Allegri menerima pinangan Juventus dan mampu meraih tiga trofi Serie A juga Copa Italia.
Allegri juga mengantarkan Juventus dua kali ke final Liga Champions, namun gagal mempersembahkan juara usai kalah dari Barcelona dan Real Madrid.
Namun kegagalan membawa Bianconeri menjadi juara Liga Champions itu membuat eks pelatih Grosetto itu dipecat.
Posisi Allegri sebagai juru taktik Juventus kemudian digantikan oleh Maurizio Sarri.
Tak Akur dengan Ronaldo hingga Mempertahankan si Anak Emas

Pada musim 2018-2019, Juventus membuat gebrakan besar di bursa transfer dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo.
Pemain timnas Portugal itu diharapkan bisa membawa Juventus tak hanya berjaya di Serie A, tapi juga jadi juara Liga Champions.
Manajemen berharap Allegri bisa memanfaatkan Ronaldo menjadi mesin gol.
Meski di musim pertamanya Ronaldo mencetak banyak gol untuk Juventus dan meraih scudetto tapi target tak tercapai.
Juventus gagal menjadi juara UCL dan berhenti di babak 16 besar.
Pelatih Juventus, Allegri yang gagal membawa Juventus juara Liga Champions kemudian digantikan oleh Maurizio Sarri.
Beredar kabar jika ada ketidakcocokan antara Allegri dengan Ronaldo di ruang ganti.
Mantan pelatih AC Milan itu disinyalir tidak suka Ronaldo karena membuat timnya jadi bermain tidak kolektif dan mengandalkan CR7 semata.
Saat tiba di Juventus, Allegri meminta manajemen untuk mendatangkan eks anak asuhnya, Mattia de Sciglio dari AC Milan.
Sempat dicibir karena terlalu lambat, nyatanya Allegri kukuh mendatangkan pemain timnas Italia itu.
Bahkan saat Allegri kembali ke Juventus di musim 2021, de Sciglio yang tak jadi pilihan utama Sarri dan Andrea Pirlo tetap dipertahankan.
Dalam beberapa pertandingan musim ini, Allegri menempatkan de Sciglio di starting eleven dan bahkan ‘membuang’ bek muda, Luca Pellegrini.
Hal itulah yang membuat Juventini menanggap jika de Sciglio adalah anak emas Allegri.
Sempat Jadi Incaran Real Madrid, PSG, dan Arsenal
Beri Juventus tiga trofi Serie A serta membawa anak asuhnya dua kali ke final Liga Champions dalam lima musim terakhir, Allegri jadi incaran.
Klub asal Spanyol, Real Madrid pernah ingin memboyong Allegri untuk menggantikan Julian Lopetegui.
Tak hanya Real Madrid, nama besar pelatih Juventus itu juga membuat klub kaya raya asal Prancis, PSG, tertarik.
Allegri sempat diproyeksikan untuk menjadi pengganti Mauricio Pochettino sebelum akhirnya Les Parisien memilih Christophe Galtier.
Adapun di musim 2017-2018 Allegri sempat menarik perhatian manajemen Arsenal.
Namun, Allegri menolak semua tawaran tersebut dan memilih menganggur selama 2 tahun sebelum kembali menerima pinangan Juventus.
Allegri Diminta Suporter Mundur
Serangkaian hasil negatif di Serie A dan Liga Champions memaksa supporter turun untuk mendesak manajemen memecat pelatih Juventus sekarang, Massimiliano Allegri.
Allegri dinilai tidak becus menukangi tim di saat semua pemain incarannya didapatkan pada bursa transfer.
Tak tanggung-tanggung demi memuluskan strategi Allegri, presiden Juventus Andrea Agnelli memboyong Paul Pogba, Angel Di Maria, Filip Kostic, hingga Leandro Paredes.
Nama-nama di atas adalah list permintaan Allegri ke manajemen.
Gerakan suporter meminta Allegri dipecat bahkan sudah disuarakan di media sosial.
Tagar #AllegriOut menggema di Twitter, meski Juventus menang sekalipun.
Presiden Juventus Ogah Pecat Allegri
Meski sudah didesak suporter dan bahkan hingga wakilnya, Presiden Juventus ogah memecat Allegri.
Andrea Agnelli bahkan menyebut Allegri tetap pelatih Juventus.
“Allegri adalah pelatih kepala kami dan dia akan bertahan,” kata Agnelli dalam sebuah wawancara dengan Sky Sport.
“Saya merasa malu dan marah tapi di situasi ini tidak bisa menyalahkan satu orang. Ini tentang keseluruhan,” lanjutnya.
Dengan pernyataan tersebut nasib pelatih Juventus Massimiliano Allegri dipastikan tetap bertahan hingga akhir musim.
Terlepas dari apapun hasil yang diraih Si Nyonya Tua nantinya.