Waspadai Wabah Cacar Monyet Tahun 2022!

Wabah Cacar Monyet menjadi berita hangat di kalangan dunia. Wabah yang sudah menyebar di penjuru dunia. Wabah ini menular lewat droplet.

Waspadai Wabah Cacar Monyet Tahun 2022!

Waspadai Wabah Cacar Monyet Tahun 2022! Pada penghujung tahun 2019, dunia dihebohkan dengan penemuan kasus infeksi virus COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).

Infeksi virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019.

Virus ini menular dengan cepat dan menyebar ke berbagai wilayah di penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Hingga saat ini, lebih dari 175 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi COVID-19 dan lebih dari 3,7 juta orang telah meninggal dunia akibat virus ini.

Berbagai upaya WHO (World Health Organization) dan para pemerintah telah dilakukan agar dapat memutus rantai penyebaran virus.

Belum usai pandemi virus COVID-19, dunia kembali dihebohkan dengan penemuan kasus infeksi virus cacar monyet atau monkeypox.

Wabah cacar monyet dikonfirmasi pada 6 Mei 2022 di Britania Raya.

Diawali pada saat penduduk Inggris bepergian ke wilayah Afrika Barat, tempat dimana penyakit ini bersifat endemik.

Selama berada di sana, penduduk menunjukkan gejala dan tanda klinis yang mirip dengan cacar monyet pada tanggal 29 April 2022.

Wabah yang bermula menginfeksi warga di Benua Afrika tersebut dikabarkan telah menyerang seorang pria asal Jakarta berusia 27 tahun yang memiliki riwayat perjalanan luar negeri.

Untuk mengetahui hal-hal seputar penyakit ini, Anda dapat menyimak uraian berikut ini.

Pengertian Cacar Monyet

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus langka berasal dari hewan (virus zoonosis).

Dari namanya, dapat diketahui bahwa hewan yang menjadi inang utama dari virus ini adalah monyet.

Kasus virus yang menular dari monyet ke manusia pertama kali ditemukan di Kongo, Afrika Sekatan, pada tahun 1970.

Cacar ini merupakan penyakit infeksi virus yang menular. Penularan penyakit ini di antara manusia berlangsung melalui kontak langsung dengan luka di kulit, cairan tubuh,

droplet (percikan air liur) yang dikeluarkan saat bersin dan batuk, serta menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus monkeypox.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat ada cukup banyak kasus infeksi monkeypox yang terjadi pada orang-orang di luar Afrika, diantaranya:

  • 47 kasus di Amerika Serikat pada tahun 2003
  • 3 kasus di Inggris pada tahun 2003
  • 1 kasus di Israel pada tahun 2018
  • 1 kasus di Singapura pada tahun 2019
  • 4 kasus di Inggris pada tahun 2022

Tanda dan Gejala

Gejala awal penyakit ini sama dengan cacar air yang disebabkan infeksi virus, yaitu memunculkan gejala mirip dengan penyakit flu.

Dilansir dari WHO, kemunculan gejala penyakit ini terbagi dalam dua periode infeksi, yaitu periode invasi dan periode erupsi kulit.

Periode invasi

Periode ini terjadi dalam 0-5 hari setelah pertama kali terinfeksi virus.

Saat seseorang berada dalam periode ini, ia akan menunjukkan beberapa gejala penyakit cacar monyet, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Sakit punggung
  • Nyeri otot
  • Lemas parah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening ini menjadi ciri yang membedakan antara cacar monyet dengan jenis cacar lain.

Infeksi cacar lain seperti cacar air dan cacar api tidak menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Pada kasus gejala yang parah, orang yang terinfeksi bisa saja mengalami masalah kesehatan lainnya pada masa awal infeksi.

Seperti kasus yang pernah diteliti dalam suatu studi menunjukkan bahwa orang-orang yang terinfeksi virus melalui mulut atau saluran pernafasan mengalami gangguan pernafasan seperti batuk, radang tenggorokan, dan hidung berair.

  • Periode erupsi kulit

Periode ini terjadi pada 1-3 hari setelah demam muncul. Gejala utama pada fase ini adalah munculnya ruam di kulit.

Ruam pertama kali muncul di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Area yang paling terdampak ruam ini adalah wajah dan telapak tangan.

Selain itu, kemunculan ruam juga dapat ditemukan di tenggorokan, area jenis kelamin, termasuk jaringan mata dan kornea.

Ruam ini biasanya terbentuk diawali dengan bintik-binting dan berubah menjadi vesikel atau lenting, yaitu lepuhan kulit yang berisi cairan.

Dalam waktu beberapa hari, ruam akan berubah mengering membentuk kerak atau keropeng di kulit.

Perkembangan ruam dari bintik hingga menjadi keropeng di kulit biasanya terjadi dalam waktu kurang lebih 10 hari.

Faktor Risiko

Siapapun dapat berpeluang terinfeksi penyakit ini. Akan tetapi, Anda akan lebih berisiko untuk terjangkit penyakit ini ketika:

  1. Melakukan kontak langsung dengan penderita tanpa alat pelindung.
  2. Melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi penyakit ini, terutama monyet
  3. Mengonsumsi daging binatang liar, apalagi tanpa dimasak terlebih dahulu hingga matang
  4. Merawat orang yang terinfeksi virus ini
  5. Melakukan penelitian terhadap virus monkeypox di laboratorium

Kesimpulan

Cacar monyet atau monkeypox adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang berasal dari hewan (virus zoonosis).

Cacar monyet merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menular dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia lain.

Jika Anda merasa melakukan kontak dengan seseorang atau hewan liar yang terinfeksi monkeypox, segeralah konsultasikan dengan dokter.

Apalagi jika Anda baru saja melakukan perjalanan ke daerah dimana wabah ini berasal, atau daerah yang di dalamnya terkonfirmasi ada pasien cacar ini.

Meskipun cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi gejalanya dapat mengganggu dan membuat Anda tidak nyaman.

Leave a Comment