Melansir dari informasi di media, bahwa dirut Taman Wisata Candi Borobudur (TWC), Edy Setijono, akan menaikkan harga tiket ke puncak kawasan stupa Candi Borobudur. Harga untuk wisatawan nusantara sebesar Rp750.000 dan US$100 (Rp1.400.000) untuk wisatawan asing. Lantas, kenapa tiket Candi Borobudur naik begitu fantastis?
Alasan Kenapa Tiket Candi Borobudur Naik
Penting untuk kamu ingat bahwa harga tiket reguler masuk kawasan Candi Borobudur masih sama. Yakni Rp50.000 untuk wisatawan domestik dan US$25 atau setara Rp. 365.000 untuk wisatawan asing. Sementara itu, khusus pelajar yang naik Candi Borobudur hanya dikenakan tiket seharga Rp5.000 untuk tujuan pendidikan.
Lalu, apa saja alasan pengelola dan pemerintah sepakat menaikkan harga kawasan stupa candi Borobudur untuk wisatawan non pelajar? Berikut ini penjelasannya:
1. Candi Borobudur Mengalami Pelapukan dan Penurunan Tanah
Alasan pertama kenapa tiket Candi Borobudur naik adalah karena candi bersejarah ini sudah mengalami pelapukan dan penurunan tanah akibat terlalu banyak pengunjung. Penerapan kebijakan terkait harga tiket masuk ini menjadi salah satu upaya pelestarian candi yang akhir-akhir ini mengalami penurunan.
Berdasarkan kajian dari berbagai ahli yang memberikan masukan kepada Pemerintah, kondisi situs bersejarah Candi Borobudur saat ini mulai mengalami pelapukan. Selain itu, perubahan iklim, letusan gunung berapi, gempa bumi, juga menjadi ancaman tersendiri.
Tujuan selanjutnya ialah untuk mengedukasi masyarakat terkait rencana penerapan harga tiket Rp750.000/orang bagi wisatawan lokal agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Harga tiket tersebut dikenakan bagi wisatawan yang ingin naik kawasan stupa candi. Sedangkan untuk harga tiket reguler masuk kawasan candi tidak mengalami perubahan.
2. Pemerintah Ingin Membatasi Kuota Pengunjung
Alasan lain dari penetapan kenaikan harga tiket di kawasan stupa itu karena adanya sistem kuota per hari. Jumlah yang diperbolehkan mendaki ke puncak Candi Borobudur, yakni hanya 1.200 orang/hari.
Penetapan kuota ini sebagai perwujudan upaya konservasi Candi Borobudur dalam rangka melestarikan kekayaan sejarah dan budaya nusantara. Artinya, orang yang ingin naik ke pura harus orang benar-benar yang berminat. Selain itu, candi juga akan lebih lestari karena tidak kelebihan beban pengunjung.
3. Keseimbangan Konservasi dan Komersialisasi
Penetapan harga Rp750.000 bagi wisatawan lokal yang ingin menaiki Candi Borobudur bukan karena alasan komersial, melainkan sebagai upaya konservasi. Pengelola terus memberikan akses khusus bagi siswa yang ingin belajar tentang Candi Borobudur dengan biaya hanya Rp5.000 per siswa untuk naik ke candi.
Kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan pihak terkait dengan dunia pendidikan, untuk pelajar biayanya hanya Rp5.000. Akses khusus kepada mahasiswa ini akan diberikan sebanyak 20-25% dari total kuota 1.200 orang/hari.
4. Candi Borobudur Memiliki Berbagai Kerentanan
Mengutip pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Candi Borobudur merupakan sebagai situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Jadi, penting untuk mendapat penanganan dan perhatian khusus dari berbagai ancaman dan kerentanan. Mulai dari pelapukan dan penurunan muka tanah akibat perubahan iklim serta dari ulah para pengunjung sendiri.
Misalnya menyelipkan benda-benda di antara batu candi, sampah, dan kurang bisa mengapresiasi Candi Borobudur sebagai situs Buddha. Hal inilah yang menyebabkan tingkat kerusakan candi terus bertambah dari tahun 2000-an.
5. Penetapan Candi Borobudur sebagai Kawasan Wisata Hijau
Alasan lain kenapa tiket Candi Borobudur naik adalah karena pemerintah ingin menetapkan kawasan Candi Borobudur sebagai destinasi wisata yang eco-friendly. Nantinya, semua moda transportasi yang beroperasi di kawasan Candi Borobudur dan Prambanan harus ramah lingkungan.
Selain mengoperasikan bus listrik untuk pemandu wisata, pengemudi ojek online juga ada di sekitar kawasan Borobudur yang semua armadanya menggunakan kendaraan listrik. Stasiun pengisian listrik di kawasan Borobudur dan Prambanan juga telah direalisasikan.
Berkat upaya ini, pemerintah berharap tidak ada lagi kendaraan fosil, karena semuanya harus menggunakan energi hijau. Bahkan untuk mencapai itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,8 triliun.
Sudah Tahu Kenapa Tiket Candi Borobudur Naik?
Itulah beberapa alasan kenapa tiket Candi Borobudur naik jadi Rp750.000 untuk wisatawan lokal. Kendati demikian, rencana kenaikan harga tiket Candi Borobudur ini menuai pro dan kontra di masyarakat. Kalau kamu setuju nggak dengan kebijakan ini?